24 Juli 2016 - 20:46
Sekjen PBB Tidak Bisa Diharapkan

Khatib shalat Jumat Tehran (22/7), Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami menyatakan, "Para penguasa rezim Al-Khalifa bersikap tidak patut terhadap rakyat Bahrain dengan manajemen Amerika Serikat dan Inggris."

Menurut Kantor Berita ABNA, menyinggung transformasi terbaru di Bahrain dan pencabutan kewarganegaraan Syeikh Isa Qassem, ulama
terkemuka negara itu, Ayatullah Khatami mengatakan, "Para penguasa despotik dan diktator Bahrain melakukan. segala bentuk kejahatan terhadap rakyatnya."

Ayatullah Khatami mengatakan, "Berdasarkan berbagai ketentuan hak asasi manusia, tidak ada pemerintah yang berhak mencabut. kewarganegaraan warganya, akan tetapi
rezim Al-Khalifa mencabut kewarganegaraan seorang ulama dan ini sangat disayangkan sekali."
Khatib shalat Jumat Tehran menjelaskan, "Para ulama Bahrain mengharapkan bantuan dari semua umat Islam bahwa status mereka sekarang sedang terancam, serta hauzah ilmiah di Najaf, Qom dan para marji' taqlid harus mereaksi brutalitas rezim Al-Khalifa."

Ayatullah Khatami mengimbau rakyat Bahrain untuk melanjutkan perjuangan karena ufuk kemenangan semakin dekat.

Di bagian lain, khatib shalat Jumat Tehran juga menilai timpang laporan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon soal pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

"Tidak ada yang bisa diharapkan dari Sekjen yang menyusun laporan atas tekanan rezim Zionis dan menerima [petro]dolar Arab Saudi untuk menghapus nama negara itu dari list pelanggar hak asasi manusia dan pemerintah pembunuh anak tidak berdosa di Yaman," tegasnya.

Ayatullah Khatami memperingatkan Barat jika mereka mengusik pemerintah Republik Islam Iran, maka mereka dipastikan akan menyesalinya.
Khatib shalat Jumat Tehran juga mengecam kudeta di Turki dan mengatakan, "Suara rakyat Turki terhomat, sebagaimana suara rakyat Suriah juga terhormat, atas dasar parameter yang sama, suara rakyat Palestina dan Bahrain juga terhormat, dan ini menjadi prinsip sikap Republik Islam Iran.
Ayatullah Khatami juga menyinggung aksi teror terbaru di Nice, Perancis dan mengatakan, "Semua aksi teror di berbagai belahan dunia adalah terkutuk dan apa yang terjadi di Perancis adalah buah dari apa yang ditanam oleh Barat."
Menurutnya, Barat harus segera menghentikan
dukungannya terhadap terorisme dan agar tidak membagi fenomena durjana itu dalam terorisme baik dan buruk.